Category: Artikel

  • MENEROPONG LEBIH DALAM “ANTASENA”, TIM BASKET SPARTA YANG BERKEMBANG PESAT

    MENEROPONG LEBIH DALAM “ANTASENA”, TIM BASKET SPARTA YANG BERKEMBANG PESAT

    Lima Tahun Lalu, Bojonegoro Geger. GOR kebanggan kota ledre menjadi saksi bisu. Sebuah sekolah yang tidak punya lapangan untuk latihan olaraga basket untuk pertama kalinya mampu keluar sebagai “JUARA 1” dalam kejuaraan basket antar pelajar SMP se kabupaten Bojonegoro.

    Kala itu, tim dengan kaptain Reval bersama dengan teman temanya yang jumlahnya terbatas, menghadap ustadz Abror (Guru olaraga) untuk didaftarkan dalam kejuaraan Basket antar pelajar SMP se kabupaten Bojonegoro yang pelaksanaanya kurang 3 minggu lagi. Rasa pesimis  dan jutaan pertanyaan sempat mampir dari benaknya. apakah anak anak bisa ? bagaimana dengan latihanya ? bagaimana perijinanya ? siapa yang support ?. Tapi kaptain tim mampu menyakinkan beliau. bahwa dia dan teman temanya adalah pemain basket saat masih di sekolah dasar. walapun lama tidak latihan, tim siap bekerja keras. menyatukan tim dengan asal sekolah berbeda beda adalah tantangan tersendiri.

    Latihan fisik digedor, akses perijinan untuk lari pagi keluar pesantren diterbitkan termasuk latihan sore di alun alun dan kadang di stadion. tak ada yang mengantar. jalan kaki adalah opsi satu satunya. Pelan tapi pasti, kaki mereka semakin kuat, nafas mereka semakin panjang dan jelajah lari mereka semakin luas.

    Duet pelatih antara Ustadz Abror dan Ustadz Miko memberi banyak pilihan strategi. Orang tua mendukung 100 %. Hadir dalam setiap pertandingan. Menang atau kalah. Permainan ciamik ditampilkan. Determinasi serangan dan bertahan silih berganti. Keringat bercucuran serta capek peluh yang tak dirasa. satu persatu sekolah luar dikalahkan. Babak FINAL akhirnya digenggam. Sejarah TERCIPTA. Ratusan pasang mata menyaksikan, Ribuan suara membicarakan “Sekolah tanpa fasilitas mampu keluar sebagai juara”

    Mengambil dari tokoh pewayangan. Nama ANTASENA dipatenkan sebagai nama tim basket SMP Plus Ar Rahmat (SPARTA) dengan harapan “keberanian dan kejujuran” menjadi filosofi bersama. Pola pembinaan diatur sebaik mungkin termasuk latihan dan sparring dengan sekolah luar.

    2024, Seorang Alumni datang memberikan bantuan untuk pembangunan fasilitas olaraga basket. Yayasan memberikan lampu hijau. proyek pembangunan dikebut. Lapangan Basket kini sudah bisa digunakan anak anak berlatih. Cerita jalan kaki kini tak ada lagi.

    Fathir, kapten tim Antasena saat ini, bersama dengan pemain lain bisa memaksimalkan untuk latihan bersama. Setahun dari pembangunan lapangan. Tantangan datang. Kejuaraan POPKAB Bojonegoro. Juara 2 dapat digenggam. medali dibawa pulang.

    Antasena kini menjadi olaraga favorit setelah futsal. dari Antasena kita belajar, bahwa semangat dan motivasi adalah modal utama. Kaki boleh terluka, keringat boleh terkuras. tapi langka kaki tak boleh berhenti untuk latihan. ( Cak-Djie).

     

    “Jangan pernah ragu bergabung dengan keluarga besar Ar Rahmat. Sekolah satu satunya di Bojobegoro berbasis kepesantrenan dengan level prestasi internasional”

    Segera klik www.ppdb arrahmat-bjn.sch.id

     

  • Pejuang OSN Ar-Rahmat: “Perunggu pada Tahun 2025”

    Pejuang OSN Ar-Rahmat: “Perunggu pada Tahun 2025”

    Ratusan santri berdiri, menatap empat teladan yang baru tiba di Bumi Ar-Rahmat. Keempat pejuang ini usai berperang di Malang, tepat di salah satu kampus top 20 se-Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka adalah Finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025, Agus Ubaidillah Alhakim, pulang dengan bangga membawa Medali Perunggu Kimia, M. Nur Rhozyqin Rantauan dan Rafif Ibrahim Mahfid, pulang dengan hormat membawa gelar Honorable Mention Fisika dan Astronomi, last but not least ada Azra Fathur Ramadhany, pulang dengan tegap sebagai finalis yang sudah berjuang hingga titik nadir terakhir.

    Tak ada kata yang mampu menggambarkan hari ini, Senin 13 Oktober 2025, selain kata bahagia dan bangga. Raut wajah dan gestur tubuh sepakat, bahwa khusus hari ini semua warga Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat Bojonegoro sedang bersuka cita. “Harum medali harus dijaga dari turun temurun, dan hari ini kita berhasil menciumnya kembali.” pungkas Ustaz Zain Nizar Amry, selaku Kepala SMA Plus Ar-Rahmat Bojonegoro. Bunga-bunga dirangkai dan dipersembahkan kepada empat pejuang tersebut, meski tidak mampu mewakili semua rasa bahagia hari ini, setidaknya cukup untuk mengharumkan bahu, leher, dan nama mereka.

    Mikrofon dialirkan dan diberikan kepada satu per satu finalis, tangan pertama tentu dari Agus Ubaidillah Alhakim, sebagai satu-satunya santri yang membawa pulang medali. Ia kisahkan semua dari awal, dari dirinya yang suka pelajaran Biologi dan IPS saat SMP, kemudian masih suka pelajaran IPS dan Sejarah saat kelas 10 SMA. Sebentar, bukankah medali di lehernya sekarang itu adalah Medali Perunggu Kimia OSN? Betul, dan ia pertama kali belajar Kimia saat menginjak Kelas 11 SMA. Banting setir dari Biologi, IPS, dan Sejarah, tidak membuat Agus gagal meraih impiannya.

    “Kimia itu bukan pelajaran yang hitung-menghitung banget, tapi juga bukan pelajaran yang hafal-menghafal terus, jadinya saya sepertinya tertarik.” Agus dengan polosnya menyampaikan. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa alasan pindah bidang karena melihat adanya potensi belajar lebih lanjut dari pembimbing Kimia. Pembimbing Kimia dari guru ialah Ustadzah Nungky Purwasusanti, dan pembimbing dari santri adalah M. Asyiq Manarul Hidayah, santri yang setahun lalu juga meraih Medali Perunggu Kimia OSN. Agus mengakui jika banyak bimbingan bisa didapat dari Ustazah Nungky, begitupun Mas Asyiq. Agus sangat senang karena sudah banyak diajari oleh Mas Asyiq, meski banyak pertanyaan dari Agus, Mas Asyiq tetap sabar dalam membimbing.

    Mikrofon dilempar ke pembicara kedua, yakni Azra Fathur Ramadhany. Cerita Azra hampir mirip dengan Agus, berolah-alih bidang hingga akhirnya memutuskan untuk mendalami Astronomi. Azra bertekad ke depan ia akan memberikan usaha yang lebih baik agar bisa meraih impian tertinggi, yakni mendapatkan Medali OSN. Kita doakan bersama semoga berhasil, aamiin.

    Bergulir lagi, kini mikrofon diterima M. Nur Rhozyqin Rantauan. Ia menceritakan bagaimana perjalanan yang diawali dari suka pelajaran Matematika bisa berubah menjadi Fisika. Perubahan hobi ini ia paksa lakukan karena saat lomba di Surabaya, ia harus mengalah memilih belajar mapel Fisika dengan teman setim lomba IPA. “Ternyata belajar Fisika cukup menyenangkan daripada belajar yang lain, setidaknya bagi saya begitu.” kata santri yang hangat disapa Rhozy. Ia tetap berambisi bahwa kegagalan kali ini tetap akan diusahakan untuk berhasil di bidang lain, terutama ujian masuk perguruan tinggi kelak.

    Terakhir ada Rafif Ibrahim Mahfid, ia menjelaskan bahwa ada beberapa kesalahan yang bisa dijadikan pengalaman ke depan. Salah satunya adalah manajemen waktu, ia sempat berkisah, bayangkan ada delapan soal teori dengan tiga jam pengerjaan, dan ia menghabiskan satu jam pertama untuk satu soal saja. Selain manajemen waktu, ia juga menekankan bahwa siswa sekolah lain jarang scrolling media sosial dan lebih mengutamakan belajar hingga larut malam. “Ada teman saya dari MAN Insan Cendekia Pasuruan, melek sampe tengah malam itu bukan main game atau scrolling medsos, jadi ya belajar sampe tengah malam dan itu sudah biasa bagi mereka.”

    Dari Agus, kita jadi tahu bahwa mempelajari banyak hal (multibidang) tidak menjadikan kita goyah dan tidak fokus terhadap satu hal, namun karakter “konsisten” rajin belajar bisa menjadikan diri meraih hal yang terlihat tidak mungkin sama sekali. Dari Azra, kita belajar bahwa kegagalan adalah awal dari lembaran baru. Dari Rhozy, kita tahu bahwa mengalah tidak berarti kalah, barangkali ia bisa membuka sudut pandang baru dari sisi yang tak pernah kita tengok. Dari Rafif, kita memahami bahwa manajemen waktu dan fokus adalah kunci penting untuk meraih apa yang sedang kita usahakan. (hananto hanif)

     

    Bumi Ar-Rahmat

    Bojonegoro, 13 Oktober 2025

  • Dari Pondok Pesantren, Menuju Kampus Impian

    Dari Pondok Pesantren, Menuju Kampus Impian

    Masuk kampus yang keren dan bergengsi menjadi impian semua pelajar. Dari mulai UI, UGM, hingga ITB merupakan kampus unggulan yang banyak dimimpikan.  Banyak siswa yang resah saat setelah lulus tapi belm mendapatkan kampus, apalagi kampus unggulan. Menjadi siswa Ar-Rahmat sangat tidak mustahil meraih mimpi tersebut, justru malah menjadi peluang besar.

    Berkat upaya kerja keras dari anak-anak serta dedikasi penuh dari Ustaz-ustazah lulusan SMA Plus Ar-Rahmat Angkatan 9 berhasil menduduki bangku kampus impian. Ini membuktikan lingkungan penuh suasana belajar di SMA Plus Ar-rahmat membuahkan hasil yang membanggakan.

    berikut ini dengan bangga kami persembahkan data sebaran kampus lulusan angkatan 9 SMA Plus Ar-Rahmat

    IPB (Institut Pertanian Bogor)

    1. Dzulfa Riski Santoso
    2. Rizky Akbar Al-Fath Habibie

    ITB (Institut Teknologi Bandung)

    1. Ahmad Hafidz Afrizal
    2. Mohammad Fajri Mahardika
    3. Izzad Akmal Fathoni

    ITS (Institut Teknologi Sepuluh November)

    1. Atha Aditya Ramadhan
    2. Muhammad Rafi Pramudya Putra
    3. Ahmad Rafif Izzuddin Hilmy
    4. Amma Nur Rosyid Habibullah
    5. Anang Ardhiansyah
    6. Ardana Aby Juliont Rismanto
    7. Arif Mudmar Eiga Saputra
    8. Firdaus Akmal Putra Perkasa
    9. Mohammad Rasy a Naufagisha
    10. Rizky Akhsan Al Fakhry
    11. Sebrang Galih Damar Panoeluh
    12. Widolas Putra Pratama

    PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya)

    1. Galuh Setia Pratama

    UNAIR (Universitas Airlangga)

    1. Yofi Yunandhi Firman Zuhdi
    2. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    3. Kenz Shidqi ‘Alim
    4. Raihan Eka Susetya

    UB (Universitas Brawijaya)

    1. M. Zhihaul Iqbal Haqiqi
    2. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    3. Rafif Ahsani
    4. Rifqi Achmad Bahtiar
    5. Bintang Wisnu Aji
    6. Favian Arkananta Ibadurrohman Zein
    7. Firjatullah Himmatul Ahyana
    8. Rizky Jihan Suseno
    9. Muhammad ‘Izzam Umar Almahiri
    10. Muhammad Surya Ega Budiansyah Putra

    UNDIP (Universitas Diponegoro)

    1. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    2. Irsyad Firdaus Anwa

    UGM (Universitas Gajah Mada)

    1. Asyig Manarul Hidayah
    2. Muhammad Fathi Nafis
    3. Alamsyah Pahlevi Gymnastiar

    UI (Universitas Indonesia)

    1. Ahmad Nur Aziz
    2. Brian Ahmad Badawi
    3. Muhammad Hasan Asy – Syadzili
    4. Mohamad Athava Alfarezel Dafa
    5. Mohammad Dimas Rifqi
    6. Putra Rasya Mafaza Muhamad
    7. Wafi Muhammad Fatihuddin Fawwaz

    UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel)

    1. Ahmad Fa’iq Nurussyafi

    UNEJ (Universitas Negeri Jember)

    1. Diandra Septiano Erwin Candra Kusuma

    UMS (Universitas Muhammadiyah Semarang)

    1. Akbar Dwi Arianto

    UNESA (Universitas Negeri Surabaya)

    1. Bintang Wisnu Aji Y

    UNPAD (Universitas Padjadjaran)

    1. Zhihaul Iqbal Haqiqi

    UNS (Universitas Sebelas Maret)

    1. Fadhel Muhammad Rizq
    2. Zhihaul Iqbal Haqiqi
    3. Muh Fadlil Jaelani
    4. Nailurrohma Adimas Fahmi

    UPN Veteran Jawa Timur

    1. Bintang Wisnu Aji Y

    Mau menjadi seperti mereka? menjadi mahasiswa dikampus unggulan serta mendapatkan bekal keislaman dari pondok.

    Yuk gabung di SPMB Ar-Rahmat.

    Hubungi kami di nomor admin yang tertera di web kami.

  • MPLS Ramah: Sambutan Hangat untuk Santri Baru di Ar-Rahmat

    MPLS Ramah: Sambutan Hangat untuk Santri Baru di Ar-Rahmat

    Bojonegoro — Suasana semangat dan kehangatan menyambut hari-hari pertama para santri baru di Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diselenggarakan selama sepekan penuh, sejak Senin (15/7) hingga Rabu (16/7).

    MPLS ini menjadi aplikasi komitmen lembaga dalam memberikan pengalaman pertama yang penuh kesan, tanpa tekanan, dan membangun keakraban antar santri serta dengan para ustaz-ustazah.

    Dari Baris Rapi hingga Tawa dalam Permainan Seru

    Kegiatan MPLS dibuka dengan upacara resmi di lapangan utama yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro, Ustaz Suwaji. Beliau menegaskan dalam sambutannya bahwa MPLS di Ar-Rahmat bukan ajang perundungan, melainkan ruang edukatif untuk mengenal nilai-nilai pondok, menjalin persahabatan, dan membangun karakter.

    Selama MPLS, santri baru diajak mengenal:

    • Struktur dan tata tertib pondok

    • Program unggulan di masing-masing jenjang (SMP, SMA, Madrasah Diniyah)

    • Ekstrakurikuler yang variatif: mulai dari Pramuka, Futsal, Tahfidz, hingga Klub Literasi

    • Pola hidup santri sehari-hari: mulai dari subuh berjamaah, dhuha, sekolah, hingga madin malam hari

    Hari kedua MPLS, para peserta terjun dalam kedisiplinan bersama para TNI. Mereka belajar berbaris rapi, menjaga sikap, dan melatih mental. Dengan kompetensi yang profesional dari Bapak-bapak TNI, mereka belajar tanpa unsur perploncoan namun belajar menjadi kesatria tangguh nan gagah seperti para TNI.

    Outbond ceria menutup keseruan MPLS di hari ketiga. Seluruh peserta dari kelas 7 dan kelas 10 menuju ke Wisata Grogolan, Dander. Mereka bermain bersama dengan berbagai permainan seru, seperti permainan kekompakan, memecah balon, hingga wahana air.

    MPLS Ar-Rahmat bertujuan agar murid baru terutama kelas 7 betah mondok. 

    “Kata Kyai Alamul Huda, pertama yang penting kalian betah mondok.” Tutur Ustaz Suwaji dalam sambutannya pada pembukaan MPLS 2025.

    Kelas 7 merupakan murid yang belum pernah mondok atau kenal dengan dinamika pondok pesantren. Berpisah dengan orang tua dan tidur jauh dari rumah selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Bangun tidur digempur dengan aktivitas yang super padat. Antri makan, antri wudhu, antri mandi. Semua harus serba tepat waktu.  Tidak ada sanjungan lembut dari ayah/ibu atau bantuan mengenakan baju ketika berangkat sekolah. Semua harus mandiri.

    Begitulah pondok pesantren. Kemandirian dan kedisiplinan lekat pada semua aktivitas. Namun semua akan terbiasa dengan lingkungan yang mendukung dan saling membantu. MPLS menjadi gerbang sambuatan hangat untuk adik-adik tingkat / murid baru. Kakak senior yang sudah beradaptasi mereka saling mengajari mengenal lingkungan pondok. Begitu juga dengan Ustaz-ustaz yang setia mendampingi. Bagaikan seorang ayah, para ustaz  Minim perundungan semua saling menunjukan kepedulian.

    Simak dokumentasi keseruan MPLS 2025 pada foto dan video yang tertera dibawah ini

  • PPDB Ar-Rahmat Selalu Cepat Penuh. Ini Cara Agar tidak Tertinggal Informasi Pendaftaran

    “Lho, kok PPDBnya sudah tutup? padahal anak kami baru mau mendaftar!” Ujar salah satu wali murid yang menghubungi nomor Admin PPDB

    Hal seperti ini sering sekali kami temui. Fenomena tersebut baru muncul saat proses pendataran sudah selesai, dari mulai administrasi, seleksi, sampai pengumuman penerimaan murid baru. Hal ini sangat kami sayangkan, padahal informasi sudah disebar di berbagai lini media masa, dari mulai story wa guru, sosialisasi ke berbagai sekolah secara luring, hingga endorsement.

    Kami memahami bahwa mungkin ada informasi yang belum sampai di beberapa wali murid. Kami mensinyalir ada beberapa penyebab kenapa wali murid bisa tertinggal informasi

    Beberapa faktor umum yang sering terjadi:

    • Waktu buka PPDB lebih awal dari sekolah lain. Ar-Rahmat sudah mulai proses seleksi sejak November hingga Januari.
    • Tidak follow akun resmi atau WA info sekolah. Banyak yang baru sadar pentingnya mengikuti kanal resmi saat info sudah terlewat.
    • Mengandalkan info dari teman/kerabat. Sayangnya, info dari mulut ke mulut kadang datangnya telat.
    • Terlalu banyak grup, terlalu sedikit perhatian. Info penting sering tenggelam di antara ratusan pesan WA.
      Jangan Sampai Terjadi Lagi!

    Ar-Rahmat kini membuka program informasi resmi bagi wali murid dan masyarakat umum yang ingin selalu update yakni Sahabat Ar-Rahmat

    Apa itu Sahabat Ar-Rahmat?

    ✅ Grup WA resmi untuk info penting (PPDB, prestasi, kegiatan)
    ✅ Pengingat otomatis momen pendaftaran
    ✅ Update prestasi dan cerita inspiratif santri
    ✅ Tanpa spam, tanpa obrolan basa-basi

    Cukup 1 kali klik, dan Anda akan jadi yang pertama tahu saat pendaftaran dibuka, ada lomba terbuka, atau kabar baik lainnya dari Ar-Rahmat

    hubungi WA Admin PPDB kami untuk masuk dalam grup
    0852-2510-0035

  • PENGUMUMAN HASIL PPDB SMP PLUS AR-RAHMAT BOJONEGORO 2025

    PENGUMUMAN HASIL PPDB SMP PLUS AR-RAHMAT BOJONEGORO 2025

    Alhamdulillah, proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro tahun ajaran 2025/2026 telah selesai. Kami mengucapkan selamat kepada calon peserta didik yang telah dinyatakan lolos seleksi dan diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMP Plus Ar-Rahmat. Semoga perjalanan pendidikan di sekolah ini menjadi awal yang penuh berkah dan prestasi.

    Bagi peserta yang dinyatakan diterima, harap segera melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Informasi mengenai daftar ulang, pembagian kelas, serta agenda kegiatan awal tahun ajaran dapat dilihat melalui website resmi sekolah atau langsung di sekretariat PPDB. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi panitia melalui kontak yang tersedia.

    Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam PPDB tahun ini. Bagi yang belum lolos seleksi, tetaplah semangat dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang gemilang. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan bagi kita semua.

    Link Pengumuman PPDB SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro 2025:

    https://bit.ly/ppdbspara2025

  • Kunjungan Kabid PPSMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ibu Suhartatik, di SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro

    Kunjungan Kabid PPSMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ibu Suhartatik, di SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro

    Bojonegoro, 9 Oktober 2024 – SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro mendapat kehormatan dengan kunjungan dari Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas (PPSMA) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ibu Suhartatik. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan dan penguatan program pendidikan yang diusung oleh Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah unggulan di Jawa Timur.

    Dalam kunjungannya, Ibu Suhartatik disambut hangat oleh para pengurus Yayasan Pondok Pesantren Modern Ar Rahmat dan jajaran guru serta staf SMA Plus Ar Rahmat. Hadir pula dalam kesempatan ini Ketua Yayasan, H. Jamaludin Suwoto, Pengasuh Pondok KH. Alamul Huda, serta Kepala Sekolah SMA Plus Ar Rahmat, yang turut memberikan paparan mengenai perkembangan program pendidikan di sekolah tersebut.

    Penguatan Program Pendidikan dan Prestasi SMA Plus Ar Rahmat

    SMA Plus Ar Rahmat, sebagai bagian dari Pondok Pesantren Modern Ar Rahmat, memiliki ciri khas dalam penggabungan antara pendidikan formal dengan pendidikan berbasis pesantren. Ibu Suhartatik dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Pendidikan dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di bidang pengembangan karakter dan keunggulan akademik.

    “Saya sangat mengapresiasi SMA Plus Ar Rahmat yang terus berinovasi dalam mendidik siswa-siswinya. Penggabungan pendidikan berbasis agama dengan kurikulum nasional mampu mencetak lulusan yang berakhlak mulia serta berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik,” ungkap Ibu Suhartatik.

    Selain itu, beliau juga memotivasi para guru dan staf pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

    Pembinaan dan Harapan Masa Depan

    Dalam kesempatan ini, dilakukan pula dialog interaktif antara Ibu Suhartatik dengan para guru dan pengelola SMA Plus Ar Rahmat. Banyak topik strategis yang dibahas, mulai dari kurikulum hingga fasilitas penunjang pendidikan. Ibu Suhartatik memberikan sejumlah masukan terkait perbaikan fasilitas pendidikan dan penguatan program ekstrakurikuler, yang diharapkan dapat lebih memberdayakan potensi siswa.

    Di akhir kunjungan, Ibu Suhartatik mengungkapkan harapannya agar SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro terus menjadi sekolah yang unggul, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di tingkat provinsi dan nasional. Beliau menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur siap mendukung penuh program-program yang inovatif dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

    Kunjungan ini memberikan semangat baru bagi SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro untuk terus berinovasi dan menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, baik dalam segi akademik maupun karakter.

  • Tips Parenting: Mempersiapkan Anak Sebelum Mondok di Pesantren

    Tips Parenting: Mempersiapkan Anak Sebelum Mondok di Pesantren

     

    Mempersiapkan anak sebelum memasuki pondok pesantren adalah langkah penting untuk memastikan anak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, menjalani kehidupan yang lebih mandiri, serta memanfaatkan waktu di pesantren dengan sebaik-baiknya. Berikut beberapa tips praktis untuk calon wali murid:

    1. Berikan Pemahaman Tentang Pondok

    Anak perlu memahami tujuan mengapa mereka akan mondok di pesantren. Jelaskan bahwa selain belajar agama, pesantren juga mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian. Pemahaman ini akan membuat mereka lebih siap mental untuk memasuki fase baru dalam hidup mereka.

    2. Latih Kemandirian

    Ajarkan anak keterampilan dasar seperti merapikan tempat tidur, mencuci pakaian, dan mengatur barang-barang pribadi. Kemandirian ini sangat penting, karena di pesantren mereka perlu mengurus diri sendiri tanpa bantuan orang tua.

    3. Biasakan Disiplin Sejak Dini

    Pondok pesantren memiliki aturan ketat yang perlu diikuti, termasuk jadwal harian yang teratur. Biasakan anak dengan rutinitas yang disiplin di rumah, seperti waktu belajar, beribadah, dan beristirahat, sehingga mereka bisa beradaptasi lebih cepat di pesantren.

    4. Perkenalkan Ibadah dan Kehidupan Pesantren

    Sebelum memasuki pesantren, pastikan anak memahami dan rutin menjalankan ibadah seperti shalat dan membaca Al-Qur’an. Ini akan membantu mereka menjalani rutinitas pesantren yang sering melibatkan kegiatan keagamaan.

    5. Ajak Kunjungan ke Pesantren

    Sebelum anak mulai mondok, ajak mereka mengunjungi pondok pesantren untuk mengenal lingkungan yang baru. Dengan begitu, mereka bisa merasa lebih familiar dengan suasana pondok saat hari pertama tiba.

    6. Tanamkan Sikap Positif

    Berikan motivasi yang positif kepada anak. Tekankan bahwa pengalaman di pesantren akan membuat mereka lebih kuat, mandiri, dan berprestasi, baik dalam ilmu agama maupun kehidupan sehari-hari.

    7. Jaga Komunikasi yang Baik

    Setelah anak mondok, penting untuk menjaga komunikasi yang terbuka. Meski akses untuk bertemu mungkin terbatas, pastikan anak tahu bahwa Anda selalu ada untuk mendengarkan dan mendukung mereka.


    Mengapa Memilih Pondok Pesantren Modern Ar Rahmat Bojonegoro?

    Pondok Pesantren Modern Ar Rahmat Bojonegoro adalah tempat ideal untuk membentuk generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan mandiri. Dengan jenjang pendidikan formal yang lengkap—Madin, SMP, hingga SMA—kami memberikan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum dalam suasana yang disiplin dan penuh kasih.

    Didirikan pada tahun 2003 oleh H. Rahmat dan dikelola oleh tim profesional, Pondok Pesantren Modern Ar Rahmat terus berkomitmen mencetak santri yang unggul secara intelektual dan spiritual. Lingkungan yang kondusif serta bimbingan dari para pengajar berpengalaman akan mendukung anak Anda untuk berkembang menjadi individu yang berkualitas.

    Siapkan masa depan anak Anda bersama kami di Pondok Pesantren Modern Ar Rahmat Bojonegoro!

  • Testimoni Prof. Dr. Ibnu Hamad, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, terhadap Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat

    Testimoni Prof. Dr. Ibnu Hamad, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, terhadap Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat

    Alhamdulillah, kami bersyukur atas karunia Allah SWT yang telah menunjukkan kami jalan ke Ponpes Ar-Rahmat, Bojonegoro. Awalnya adalah putra kami yang kuliah di ITB bertemu dengan seseorang sesama mahasiswa baru yang kemudian dikenalnya sebagai lulusan SMA Plus Ar Rahmat. Dari hasil pembicaraan dengan alumni Ar-Rahmat tersebut, putra kami menyarankan agar adiknya yang sebentar lagi lulus SD untuk disekolahkan di SMP Plus Ar-Rahmat. Singkat cerita, saya, isteri, dan anak kami mendatangi Ponpes Ar-Rahmat di Bojonegoro untuk mengikuti ujian seleksi masuk SMP Plus Ar-Rahmat. Alhamdulillah, dari ratusan peminat putra kami diterima sebagai salah satu siswa dari 60 orang yang lolos seleksi.

    Bukan semata-mata jarak yang jauh dari Depok, Jawa Barat, sehingga kami sangat jarang menengok akan tetapi saya dan isteri sepakat untuk sepenuhnya mempercayakan putra kami kepada para guru dan pengasuh pondok Ar-Rahmat mulai dari kesehatan, makan dan minum, pelajaran, bimbingan, hingga etiket pergaulan di dalam pondok dan di luar pondok. Terima kasih Ar-Rahmat kami telah banyak merepotkan.

    Rupanya sejak masa SMP, para pelajar di Ponpes Ar-Rahmat sudah dipantau dan diarahkan mata pelajaran yang diminatinya. Putra kami mendapat bimbingan dan arahan dalam bidang Matematika sehingga setiap ada lomba atau olimpiade matematika di Kabupaten Bojonegoro atau se-Provinsi Jawa Timur ia mewakili SMP Plus Ar-Rahmat. Pembinaan dan pelibatan dalam  lomba atau olimpiade matematika ini terus berlanjut ketika anak kami berada di SMA Plus Ar Rahmat.

    Setiap putra kami diikutkan dalam perlombaan, saya dan isteri memandang pentingnya putra kami mengukur diri atas kemampuannya sendiri. Soal kejuaraan bukan hal penting sangat. Yang amat bermanfaat baginya adalah persiapan mengikuti lomba tersebut yang membuatnya berusaha keras untuk memahami dan menguasai pelajaran. Tampaknya, cara berpikir kami ini sejalan dengan motivasi yang dikembangkan oleh para guru dan pengasuh Ar-Rahmat. Alhasil, oleh karena para siswa dibiasakan tekun belajar baik secara mandiri maupun kelompok, bisa dikatakan 100% lulusan yang seangkatan dengan putra kami mampu menembus PTN pilihannya masing-masing.

    Pemeliharaan lingkungan tekun belajar itu serta penanaman semangat berkompetisi dalam lomba atau olimpiade sain di tingkat kabupaten, propinsi, dan nasional serta yang diadakan oleh univeritas, membuat peserta didik Arrahmat sepenuhnya belajar di dalam sekolah dan tidak menambah dengan belajar di luar sekolah melalui bimbel atau les privat. Saya menilai begitulah seharusnya sekolah, mesti seperti Ar-Rahmat. Prestasi setiap siswa itu merupakan hasil pendidikan guru dan pengasuh di sekolah; bukan karena ada tambahan belajar melalui bimbel atau lest privat di luar sekolah, sehingga tidak perlu menambah biaya, tenaga dan perhatian.

    Saya mendoakan semoga keberkahan dari Allah SWT selalu tercurah kepada Ar-Rahmat –pendirinya, pengelolanya, guru-gurunya, para pengasuhnya, alumninya dan para muridnya— sebagai pondok dan sekolah yang sehat dan aman, berprestasi dan berkarakter, kreatif dan kompetitif. Tetaplah menjadi pondok dan sekolah yang maju, mandiri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan negara. Harap dan asa kami selalu bersamamu, Ar-Rahmat. (Depok, 7 Oktober 2024).

  • Bumi Ar Rahmat

    Bumi Ar Rahmat

    Santri, ustadz/guru, dan Kiai, semuanya berada dalam satu komplek pondok. Kebersamaan dalam satu tempat dan waktu adalah ciri pondok pesantren. Para ustadz dan Kiai berada di pondok siang dan malam. Beliau menjaga dua puluh empat jam. Selalu berusaha bersama santrinya. Sehingga beliau selalu bisa mengarahkan, mengajari, mengawasi, membimbing, menasihati, memotivasi, dan mengevaluasi mereka. Tinggal bersama dalam satu komplek, beliau semua bisa belajar bersama, bekerja bersama, bercengkerama, bersenda gurau, saling membantu, dan saling mendoakan, inilah pondok pesantren Ar Rahmat.

    Keliling melihat kegiatan santri adalah salah satu kegiatan penting, terutama di malam hari. Kegiatan tersebut sengaja diadakan sebagai media bagi ustadz dan pengasuh untuk meningkat kualitas diri, juga untuk membantu santri-santri. Terutama disaat ujian, keliling sangat dianjurkan setiap saat. Setelah isya, semua santri keluar kamar, kemudian belajar di tempat-tempat yang disukai, dengan membawa buku dan cemilan untuk menemani belajar mereka. Nah, para ustadz semua keliling mengontrol belajar mereka. Jika melihat santri tidak membawa buku, ditanyai mau belajar apa?, jika melihat santri tidak belajar, diajak belajar. Beginilah cara Ar Rahmat mendidik santrinya. Ar Rahmat memberikan kita semua media untuk memperkuat tali silaturahim antara mudarris wa tilmidz, mepererat ikatan batin antara guru dan murid.
    Ada santri yang belum memahami pelajarannya, ada yang belum tahu bagaimana cara belajar, dan ada juga yang lupa. Disana ustadz-ustadz dapat membantu secara aktif dalam membimbing. Tidak menunggu santri bertanya, melainkan sering bertanya ke santrinya. Tugas Ar Rahmat tidak hanya membangunkan santri yang tidur, tapi membangunkan semangat belajar mereka.

PPDB TELAH DI BUKA