Author: PPM Ar-Rahmat

  • SK dan Pengumuman Resmi SPMB 2026

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN MURID BARU (SPMB)

    SMP PLUS AR-RAHMAT BOJONEGORO

    TAHUN PELAJARAN 2026/2027

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmat-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

    Kami ucapkan selamat datang kepada para calon pejuang ilmu di gerbang masa depan! Kami sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme seluruh calon santri yang telah mengikuti rangkaian tes masuk pada tanggal 8 Februari 2026 yang lalu. Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan objektif—meliputi akumulasi nilai tes akademik, tes baca tulis Al-Qur’an (TBQ), serta poin prestasi —maka dengan ini Panitia SPMB SMP Plus Ar-Rahmat menetapkan hasil seleksi untuk Tahun Pelajaran 2026/2027.

    ✨ Cek Hasil Seleksi Anda ✨

    Silakan klik tautan di bawah ini atau pindai QR Code yang tersedia untuk melihat status kelulusan:

    Download dengan klik ini

  • MENEROPONG LEBIH DALAM “ANTASENA”, TIM BASKET SPARTA YANG BERKEMBANG PESAT

    MENEROPONG LEBIH DALAM “ANTASENA”, TIM BASKET SPARTA YANG BERKEMBANG PESAT

    Lima Tahun Lalu, Bojonegoro Geger. GOR kebanggan kota ledre menjadi saksi bisu. Sebuah sekolah yang tidak punya lapangan untuk latihan olaraga basket untuk pertama kalinya mampu keluar sebagai “JUARA 1” dalam kejuaraan basket antar pelajar SMP se kabupaten Bojonegoro.

    Kala itu, tim dengan kaptain Reval bersama dengan teman temanya yang jumlahnya terbatas, menghadap ustadz Abror (Guru olaraga) untuk didaftarkan dalam kejuaraan Basket antar pelajar SMP se kabupaten Bojonegoro yang pelaksanaanya kurang 3 minggu lagi. Rasa pesimis  dan jutaan pertanyaan sempat mampir dari benaknya. apakah anak anak bisa ? bagaimana dengan latihanya ? bagaimana perijinanya ? siapa yang support ?. Tapi kaptain tim mampu menyakinkan beliau. bahwa dia dan teman temanya adalah pemain basket saat masih di sekolah dasar. walapun lama tidak latihan, tim siap bekerja keras. menyatukan tim dengan asal sekolah berbeda beda adalah tantangan tersendiri.

    Latihan fisik digedor, akses perijinan untuk lari pagi keluar pesantren diterbitkan termasuk latihan sore di alun alun dan kadang di stadion. tak ada yang mengantar. jalan kaki adalah opsi satu satunya. Pelan tapi pasti, kaki mereka semakin kuat, nafas mereka semakin panjang dan jelajah lari mereka semakin luas.

    Duet pelatih antara Ustadz Abror dan Ustadz Miko memberi banyak pilihan strategi. Orang tua mendukung 100 %. Hadir dalam setiap pertandingan. Menang atau kalah. Permainan ciamik ditampilkan. Determinasi serangan dan bertahan silih berganti. Keringat bercucuran serta capek peluh yang tak dirasa. satu persatu sekolah luar dikalahkan. Babak FINAL akhirnya digenggam. Sejarah TERCIPTA. Ratusan pasang mata menyaksikan, Ribuan suara membicarakan “Sekolah tanpa fasilitas mampu keluar sebagai juara”

    Mengambil dari tokoh pewayangan. Nama ANTASENA dipatenkan sebagai nama tim basket SMP Plus Ar Rahmat (SPARTA) dengan harapan “keberanian dan kejujuran” menjadi filosofi bersama. Pola pembinaan diatur sebaik mungkin termasuk latihan dan sparring dengan sekolah luar.

    2024, Seorang Alumni datang memberikan bantuan untuk pembangunan fasilitas olaraga basket. Yayasan memberikan lampu hijau. proyek pembangunan dikebut. Lapangan Basket kini sudah bisa digunakan anak anak berlatih. Cerita jalan kaki kini tak ada lagi.

    Fathir, kapten tim Antasena saat ini, bersama dengan pemain lain bisa memaksimalkan untuk latihan bersama. Setahun dari pembangunan lapangan. Tantangan datang. Kejuaraan POPKAB Bojonegoro. Juara 2 dapat digenggam. medali dibawa pulang.

    Antasena kini menjadi olaraga favorit setelah futsal. dari Antasena kita belajar, bahwa semangat dan motivasi adalah modal utama. Kaki boleh terluka, keringat boleh terkuras. tapi langka kaki tak boleh berhenti untuk latihan. ( Cak-Djie).

     

    “Jangan pernah ragu bergabung dengan keluarga besar Ar Rahmat. Sekolah satu satunya di Bojobegoro berbasis kepesantrenan dengan level prestasi internasional”

    Segera klik www.ppdb arrahmat-bjn.sch.id

     

  • SEJARAH KEMBALI TERUKIR, SPARTAN TAKLUKAN KAMPUS LEGENDARIS DI AJANG OLIMPIADE SAINS TOP COP UGM JOGYAKARTA

    SEJARAH KEMBALI TERUKIR, SPARTAN TAKLUKAN KAMPUS LEGENDARIS DI AJANG OLIMPIADE SAINS TOP COP UGM JOGYAKARTA

    Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogyakarta Jawa Tengah  menjadi saksi perjuangan dua spartan SMP Plus Ar Rahmat kali ini. Zidan Nuril Qolbi ( Kelas IX) dan Arzhafiras Tsabit Achmad ( Kelas VIII) berhasil lolos ke babak final dalam OLIMPIADE SAINS  NASIONAL TOP COP UGM Jogyakarta 2025. Bertanding selama 2 hari, menguras energi dan pikiran, serta melawan kelelahan. Namun itu semua tak menyurutkan semangat juang mereka berdua. Di dampingi oleh pembina sains Ust. Thariq Fawzi, S.Si meraka bertekad untuk berjuang habis habisan. Strategi disusun, energi dikumpulkan kembali.

    Bersaing dengan 50 semifinalist dari sekolah sekolah TOP Indonesia dihari pertama. Akhirnya hasil manis diraih, mereka berdua menjadi finalis terbaik dari 5 finalis disesi puncak. SMP Plus Ar Rahmat (SPARTA-red)  bersaing ketat dengan SMP Dharmayuda Pekanbaru Riau, SMP Kharisma Bangsa Tangerang Banten, SMPN 1 Lamongan Jawa Timur dan SMPN 2 Jember Jawa Timur.

    Babak Final akhirnya digelar. Babak pertama dilangsungkan. Deru debu langka kaki mereka masuk ke Laboratorium F-MIPA UGM. 3 seat alat percobaan tersedia didepan mereka. Fisika, Biologi dan Kimia. Tangan cekatan dan terampil disertai butiran keringat jatuh dari dahi mereka. Berkolaborasi, tak ada rasa canggung. Baginya, apa yang dihadapan mereka adalah hal biasa yang tersaji dilabotarium sekolah. Tuntas sudah mereka menyelesaikan sesi pertama. Menyusun alat, menganalisis objek hingga membuat laporan dan kesimpulan percobaan. HASIL…… ? Tidak diumumkan langsung sehingga rasa penasaran menjadi misteri dalam hati mereka.

    Disesi akhir, semua peserta finalis maju ke depan disaksikan ratusan penonton dan mata sorot para pendamping yang tajam. Sesi CERDAS CERMAT. Sesi adu ketangkasan pemahaman materi, kecepatan berhitung dan ketepatan dalam menyusun strategi. lengah sedikit,  nilai mereka akan tergerus oleh finalis yang lain. determinasi kosentrasi sangat diperlukan pada sesi ini dan tentu harus  percaya sesama timnya. Perolehan antar tim saling salip menyalip. Suara bel saling bersahutan tanda siap menjawab soal yang dilempar oleh juri. SERU….

    Dan……. pertanyaan terakhir tiba. Poin 200. Poin tertinggi. Tim manapun  yang mampu menjawab soal ini, gelar JUARA  diraih. Selisih nilai antar finalis sangat berdekatan. Posisi SMP Plus Ar Rahmat sangat tidak aman walapun berada dipuncak klasemen. Semua siap siap. kedua telapak tangan masing masing peserta sudah berada diatas tombol. Belum selesai juri membacakan soal. Bel berbunyi keras. Sepersekian detik tim ar rahmat menyusul. detik itu pula, posisi Ar rahmat tergeser. Semua penonton memberikan tepuk tangan meriah sebagai apresiasi sengitnya sesi cerdas cermat. Angka angka perolehan tampak dilayar LCD Audotorium F-MIPA.

    Awarding pun dilangsungkan sebagai penutup acara. Panitia membacakan perolehan akumulasi dari dua sesi yang dilangsungkan. dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, anak anak SPARTA mampu menaklukan kampus beken. kampus legendaris, UGM Jogyakarta. Predikat JUARA 2.  Selamat untuk Arzha dan Zidan,  penghuni Camp Ninja, Camp para pejuang olimpiade SMP Plus Ar  Rahmat Bojonegoro. (Cak Djie, red)

    Jangan pernah ragu untuk bergabung di Ar Rahmat. Sekolah berbasis pesantren dengan level prestasi internasional. Keseimbangan akademik dan non akademik dibungkus dengan kurikulum kepesantrenan. klik : ppdb.arrahmat-bjn.sch.id. Pendaftaran dibuka 10 September 2025  s.d 5 Februari 2026.

     

     

     

  • Pejuang OSN Ar-Rahmat: “Perunggu pada Tahun 2025”

    Pejuang OSN Ar-Rahmat: “Perunggu pada Tahun 2025”

    Ratusan santri berdiri, menatap empat teladan yang baru tiba di Bumi Ar-Rahmat. Keempat pejuang ini usai berperang di Malang, tepat di salah satu kampus top 20 se-Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka adalah Finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025, Agus Ubaidillah Alhakim, pulang dengan bangga membawa Medali Perunggu Kimia, M. Nur Rhozyqin Rantauan dan Rafif Ibrahim Mahfid, pulang dengan hormat membawa gelar Honorable Mention Fisika dan Astronomi, last but not least ada Azra Fathur Ramadhany, pulang dengan tegap sebagai finalis yang sudah berjuang hingga titik nadir terakhir.

    Tak ada kata yang mampu menggambarkan hari ini, Senin 13 Oktober 2025, selain kata bahagia dan bangga. Raut wajah dan gestur tubuh sepakat, bahwa khusus hari ini semua warga Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat Bojonegoro sedang bersuka cita. “Harum medali harus dijaga dari turun temurun, dan hari ini kita berhasil menciumnya kembali.” pungkas Ustaz Zain Nizar Amry, selaku Kepala SMA Plus Ar-Rahmat Bojonegoro. Bunga-bunga dirangkai dan dipersembahkan kepada empat pejuang tersebut, meski tidak mampu mewakili semua rasa bahagia hari ini, setidaknya cukup untuk mengharumkan bahu, leher, dan nama mereka.

    Mikrofon dialirkan dan diberikan kepada satu per satu finalis, tangan pertama tentu dari Agus Ubaidillah Alhakim, sebagai satu-satunya santri yang membawa pulang medali. Ia kisahkan semua dari awal, dari dirinya yang suka pelajaran Biologi dan IPS saat SMP, kemudian masih suka pelajaran IPS dan Sejarah saat kelas 10 SMA. Sebentar, bukankah medali di lehernya sekarang itu adalah Medali Perunggu Kimia OSN? Betul, dan ia pertama kali belajar Kimia saat menginjak Kelas 11 SMA. Banting setir dari Biologi, IPS, dan Sejarah, tidak membuat Agus gagal meraih impiannya.

    “Kimia itu bukan pelajaran yang hitung-menghitung banget, tapi juga bukan pelajaran yang hafal-menghafal terus, jadinya saya sepertinya tertarik.” Agus dengan polosnya menyampaikan. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa alasan pindah bidang karena melihat adanya potensi belajar lebih lanjut dari pembimbing Kimia. Pembimbing Kimia dari guru ialah Ustadzah Nungky Purwasusanti, dan pembimbing dari santri adalah M. Asyiq Manarul Hidayah, santri yang setahun lalu juga meraih Medali Perunggu Kimia OSN. Agus mengakui jika banyak bimbingan bisa didapat dari Ustazah Nungky, begitupun Mas Asyiq. Agus sangat senang karena sudah banyak diajari oleh Mas Asyiq, meski banyak pertanyaan dari Agus, Mas Asyiq tetap sabar dalam membimbing.

    Mikrofon dilempar ke pembicara kedua, yakni Azra Fathur Ramadhany. Cerita Azra hampir mirip dengan Agus, berolah-alih bidang hingga akhirnya memutuskan untuk mendalami Astronomi. Azra bertekad ke depan ia akan memberikan usaha yang lebih baik agar bisa meraih impian tertinggi, yakni mendapatkan Medali OSN. Kita doakan bersama semoga berhasil, aamiin.

    Bergulir lagi, kini mikrofon diterima M. Nur Rhozyqin Rantauan. Ia menceritakan bagaimana perjalanan yang diawali dari suka pelajaran Matematika bisa berubah menjadi Fisika. Perubahan hobi ini ia paksa lakukan karena saat lomba di Surabaya, ia harus mengalah memilih belajar mapel Fisika dengan teman setim lomba IPA. “Ternyata belajar Fisika cukup menyenangkan daripada belajar yang lain, setidaknya bagi saya begitu.” kata santri yang hangat disapa Rhozy. Ia tetap berambisi bahwa kegagalan kali ini tetap akan diusahakan untuk berhasil di bidang lain, terutama ujian masuk perguruan tinggi kelak.

    Terakhir ada Rafif Ibrahim Mahfid, ia menjelaskan bahwa ada beberapa kesalahan yang bisa dijadikan pengalaman ke depan. Salah satunya adalah manajemen waktu, ia sempat berkisah, bayangkan ada delapan soal teori dengan tiga jam pengerjaan, dan ia menghabiskan satu jam pertama untuk satu soal saja. Selain manajemen waktu, ia juga menekankan bahwa siswa sekolah lain jarang scrolling media sosial dan lebih mengutamakan belajar hingga larut malam. “Ada teman saya dari MAN Insan Cendekia Pasuruan, melek sampe tengah malam itu bukan main game atau scrolling medsos, jadi ya belajar sampe tengah malam dan itu sudah biasa bagi mereka.”

    Dari Agus, kita jadi tahu bahwa mempelajari banyak hal (multibidang) tidak menjadikan kita goyah dan tidak fokus terhadap satu hal, namun karakter “konsisten” rajin belajar bisa menjadikan diri meraih hal yang terlihat tidak mungkin sama sekali. Dari Azra, kita belajar bahwa kegagalan adalah awal dari lembaran baru. Dari Rhozy, kita tahu bahwa mengalah tidak berarti kalah, barangkali ia bisa membuka sudut pandang baru dari sisi yang tak pernah kita tengok. Dari Rafif, kita memahami bahwa manajemen waktu dan fokus adalah kunci penting untuk meraih apa yang sedang kita usahakan. (hananto hanif)

     

    Bumi Ar-Rahmat

    Bojonegoro, 13 Oktober 2025

  • Raih Penghargaan setelah 4 Tahun Berjuang

    Raih Penghargaan setelah 4 Tahun Berjuang

    Usaha tidak mengkhianati hasil. Begitulah kira-kira. Attar. Sejak masih SMP, ia tekun dan rajin berlatih bulu tangkis. Tak pernah lelah, meski tak kunjung memetik buah. Tak kunjung berkalung medali tapi ia tak pernah rendah diri. Bergerak dalam diam, meski tidak pernah ada yang memberi tepuk tangan ia terus berlatih mengasah kemampuan.

    19 Juli 2025 lalu, Attar yang sudah beranjak di SMA Ar-Rahmat Bojonegoro memetik buah perjuangan. Berangkat sendiri ke Tuban dengan doa dan penuh harapan. Dari bangku penonton, tak ada sorakan. Tak ada tepuk tangan. Tak ada yang menyoraki namanya ketika ia mengalahkan lawan. Yang menemaninya hanya doa dari orang tersayang, melantun membumbung di tengah malam.

    Barangkali di hatinya terus merapalkan doa -doa pamungkas. Sambil satu persatu lawan ia pungkas. Barangkali sepanjang hari ia terus memandang piala yang terpajang, berharap ada yang dibawa pulang. Dalam hatinya, bagaimana ya rasanya memegang logam berlapis warna keemasan itu. Mengangkatnya tinggi-tinggi, menunjukkan kepada kedua orang tuanya bahwa perjuangannya tidak sia-sia.

    Perjuangan telah sampai di titik penghabisan. Bunyi decit sepatu, benturan kok dengan raket yang ngilu, tangannya yang sudah membiru. Berkat perjuangan dan terus ikut dengan intruksi pelatih yang mengampu. Ia berhasil menumbangkan lawan satu persatu.

    Saat partai final didepan mata, Attar tertahan di juara Tiga. Namun, ujarnya Ini adalah awal. Masih ada jalan panjang nan terjal. Kembali membenamkan diri dalam aktivitas. Berlatih tanpa malas dan tak cepat puas.

  • FANTASTIC FOUR – MENGENAL LEBIH DEKAT, 4 SEKAWAN DUTA OSN SMP PLUS AR RAMAT

    FANTASTIC FOUR – MENGENAL LEBIH DEKAT, 4 SEKAWAN DUTA OSN SMP PLUS AR RAMAT

    “Nasi yang kita makan hari ini, bukan dari pad yang kemarin kita tanam”

    PPM Ar Rahmat – Anda pernah lihat film Fantastic Four? Sebuah kisah 4 sahabat yang mendapatkan kekuatan alam luar biasa setelah terpapar radiasi pasca ledakan pesawat luar angkasa. Hem… tapi ini berbeda, ini kisah 4 santri ar rahmat yang mempunyai kekuatan diluar nalar. Kisah “jungkir balik”, cerita deru debu 4 santri hingga lolos OSN kemendikbud tingkat Provinsi

    Seperti yang diceritakan oleh Ustaz Bakoeh dan Ustaz Thariq Fawzi (Tim Pembina Olimpiade) “Pembentukan tim olimpiade di Ar Rahmat membutuhkan beberapa fase, tidak cukup sekali seleksi saja. Butuh keajegan, determinasi tinggi, kolaborasi antar pembina lintas mapel serta komunikasi dengan orang tua. Alhamdulillah pembinaan selama setahun sudah menghasilkan juara dibeberapa ajang kejuaraan”

    Kolom 2:
    Seherezad Alzam Safaat, Putra Tunggal dari pasangan Bapak Taufik Safaat dan Ibu Tya Wulansari, remaja 14 th ini dikenal kutu buku dan pendiam. Geografi dan Sejarah adalah spesialismya. Setelah gagal diajang Olgenas UGM Yogyakarta, Andrenalin balas dendamnya menggelora. Lunak akhirnya, beberapa ajang mampu diraih yaitu Maskumambang Fest 2 Gresik (Harapan 3), Olimpiade IPS Pemkab Probolinggo (Juara 1), OSN Dinas Kabupaten Bojonegoro (Juara 1), Astech Al Hikmah Surabaya (Juara 1) dan OSN kemendikbud kabupaten (Juara 1)

    Tidak ada yang instan, semua kisah keberhasilan pasti melalui proses yang panjang. Alzam sapaan akrabnya. Terkadang terlihat asik sendiri. ketika mayoritas santri lainnya berangkat tidur, dia masih asik membaca.

    Kolom 3:
    Tekad saat ini, bersama teman teman lainya yang lolos ke ajang provinsi adalah membawa kembali bendera Ar-Rahmat diajang Nasional. Bumi Ar Rahmat sudah lama berpuasa semenjak terakhir meraih medali perak IPS.

    OSN Kemendikbud adalah ajang kejuaraan tertinggi dan prestisius, siapapun yang menang diajang ini, namanya akan jadi legenda.

    ——–Cak Dije, Red——–

     

  • Dari Pondok Pesantren, Menuju Kampus Impian

    Dari Pondok Pesantren, Menuju Kampus Impian

    Masuk kampus yang keren dan bergengsi menjadi impian semua pelajar. Dari mulai UI, UGM, hingga ITB merupakan kampus unggulan yang banyak dimimpikan.  Banyak siswa yang resah saat setelah lulus tapi belm mendapatkan kampus, apalagi kampus unggulan. Menjadi siswa Ar-Rahmat sangat tidak mustahil meraih mimpi tersebut, justru malah menjadi peluang besar.

    Berkat upaya kerja keras dari anak-anak serta dedikasi penuh dari Ustaz-ustazah lulusan SMA Plus Ar-Rahmat Angkatan 9 berhasil menduduki bangku kampus impian. Ini membuktikan lingkungan penuh suasana belajar di SMA Plus Ar-rahmat membuahkan hasil yang membanggakan.

    berikut ini dengan bangga kami persembahkan data sebaran kampus lulusan angkatan 9 SMA Plus Ar-Rahmat

    IPB (Institut Pertanian Bogor)

    1. Dzulfa Riski Santoso
    2. Rizky Akbar Al-Fath Habibie

    ITB (Institut Teknologi Bandung)

    1. Ahmad Hafidz Afrizal
    2. Mohammad Fajri Mahardika
    3. Izzad Akmal Fathoni

    ITS (Institut Teknologi Sepuluh November)

    1. Atha Aditya Ramadhan
    2. Muhammad Rafi Pramudya Putra
    3. Ahmad Rafif Izzuddin Hilmy
    4. Amma Nur Rosyid Habibullah
    5. Anang Ardhiansyah
    6. Ardana Aby Juliont Rismanto
    7. Arif Mudmar Eiga Saputra
    8. Firdaus Akmal Putra Perkasa
    9. Mohammad Rasy a Naufagisha
    10. Rizky Akhsan Al Fakhry
    11. Sebrang Galih Damar Panoeluh
    12. Widolas Putra Pratama

    PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya)

    1. Galuh Setia Pratama

    UNAIR (Universitas Airlangga)

    1. Yofi Yunandhi Firman Zuhdi
    2. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    3. Kenz Shidqi ‘Alim
    4. Raihan Eka Susetya

    UB (Universitas Brawijaya)

    1. M. Zhihaul Iqbal Haqiqi
    2. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    3. Rafif Ahsani
    4. Rifqi Achmad Bahtiar
    5. Bintang Wisnu Aji
    6. Favian Arkananta Ibadurrohman Zein
    7. Firjatullah Himmatul Ahyana
    8. Rizky Jihan Suseno
    9. Muhammad ‘Izzam Umar Almahiri
    10. Muhammad Surya Ega Budiansyah Putra

    UNDIP (Universitas Diponegoro)

    1. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    2. Irsyad Firdaus Anwa

    UGM (Universitas Gajah Mada)

    1. Asyig Manarul Hidayah
    2. Muhammad Fathi Nafis
    3. Alamsyah Pahlevi Gymnastiar

    UI (Universitas Indonesia)

    1. Ahmad Nur Aziz
    2. Brian Ahmad Badawi
    3. Muhammad Hasan Asy – Syadzili
    4. Mohamad Athava Alfarezel Dafa
    5. Mohammad Dimas Rifqi
    6. Putra Rasya Mafaza Muhamad
    7. Wafi Muhammad Fatihuddin Fawwaz

    UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel)

    1. Ahmad Fa’iq Nurussyafi

    UNEJ (Universitas Negeri Jember)

    1. Diandra Septiano Erwin Candra Kusuma

    UMS (Universitas Muhammadiyah Semarang)

    1. Akbar Dwi Arianto

    UNESA (Universitas Negeri Surabaya)

    1. Bintang Wisnu Aji Y

    UNPAD (Universitas Padjadjaran)

    1. Zhihaul Iqbal Haqiqi

    UNS (Universitas Sebelas Maret)

    1. Fadhel Muhammad Rizq
    2. Zhihaul Iqbal Haqiqi
    3. Muh Fadlil Jaelani
    4. Nailurrohma Adimas Fahmi

    UPN Veteran Jawa Timur

    1. Bintang Wisnu Aji Y

    Mau menjadi seperti mereka? menjadi mahasiswa dikampus unggulan serta mendapatkan bekal keislaman dari pondok.

    Yuk gabung di SPMB Ar-Rahmat.

    Hubungi kami di nomor admin yang tertera di web kami.

  • MPLS Ramah: Sambutan Hangat untuk Santri Baru di Ar-Rahmat

    MPLS Ramah: Sambutan Hangat untuk Santri Baru di Ar-Rahmat

    Bojonegoro — Suasana semangat dan kehangatan menyambut hari-hari pertama para santri baru di Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diselenggarakan selama sepekan penuh, sejak Senin (15/7) hingga Rabu (16/7).

    MPLS ini menjadi aplikasi komitmen lembaga dalam memberikan pengalaman pertama yang penuh kesan, tanpa tekanan, dan membangun keakraban antar santri serta dengan para ustaz-ustazah.

    Dari Baris Rapi hingga Tawa dalam Permainan Seru

    Kegiatan MPLS dibuka dengan upacara resmi di lapangan utama yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro, Ustaz Suwaji. Beliau menegaskan dalam sambutannya bahwa MPLS di Ar-Rahmat bukan ajang perundungan, melainkan ruang edukatif untuk mengenal nilai-nilai pondok, menjalin persahabatan, dan membangun karakter.

    Selama MPLS, santri baru diajak mengenal:

    • Struktur dan tata tertib pondok

    • Program unggulan di masing-masing jenjang (SMP, SMA, Madrasah Diniyah)

    • Ekstrakurikuler yang variatif: mulai dari Pramuka, Futsal, Tahfidz, hingga Klub Literasi

    • Pola hidup santri sehari-hari: mulai dari subuh berjamaah, dhuha, sekolah, hingga madin malam hari

    Hari kedua MPLS, para peserta terjun dalam kedisiplinan bersama para TNI. Mereka belajar berbaris rapi, menjaga sikap, dan melatih mental. Dengan kompetensi yang profesional dari Bapak-bapak TNI, mereka belajar tanpa unsur perploncoan namun belajar menjadi kesatria tangguh nan gagah seperti para TNI.

    Outbond ceria menutup keseruan MPLS di hari ketiga. Seluruh peserta dari kelas 7 dan kelas 10 menuju ke Wisata Grogolan, Dander. Mereka bermain bersama dengan berbagai permainan seru, seperti permainan kekompakan, memecah balon, hingga wahana air.

    MPLS Ar-Rahmat bertujuan agar murid baru terutama kelas 7 betah mondok. 

    “Kata Kyai Alamul Huda, pertama yang penting kalian betah mondok.” Tutur Ustaz Suwaji dalam sambutannya pada pembukaan MPLS 2025.

    Kelas 7 merupakan murid yang belum pernah mondok atau kenal dengan dinamika pondok pesantren. Berpisah dengan orang tua dan tidur jauh dari rumah selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Bangun tidur digempur dengan aktivitas yang super padat. Antri makan, antri wudhu, antri mandi. Semua harus serba tepat waktu.  Tidak ada sanjungan lembut dari ayah/ibu atau bantuan mengenakan baju ketika berangkat sekolah. Semua harus mandiri.

    Begitulah pondok pesantren. Kemandirian dan kedisiplinan lekat pada semua aktivitas. Namun semua akan terbiasa dengan lingkungan yang mendukung dan saling membantu. MPLS menjadi gerbang sambuatan hangat untuk adik-adik tingkat / murid baru. Kakak senior yang sudah beradaptasi mereka saling mengajari mengenal lingkungan pondok. Begitu juga dengan Ustaz-ustaz yang setia mendampingi. Bagaikan seorang ayah, para ustaz  Minim perundungan semua saling menunjukan kepedulian.

    Simak dokumentasi keseruan MPLS 2025 pada foto dan video yang tertera dibawah ini

  • PPDB Ar-Rahmat Selalu Cepat Penuh. Ini Cara Agar tidak Tertinggal Informasi Pendaftaran

    “Lho, kok PPDBnya sudah tutup? padahal anak kami baru mau mendaftar!” Ujar salah satu wali murid yang menghubungi nomor Admin PPDB

    Hal seperti ini sering sekali kami temui. Fenomena tersebut baru muncul saat proses pendataran sudah selesai, dari mulai administrasi, seleksi, sampai pengumuman penerimaan murid baru. Hal ini sangat kami sayangkan, padahal informasi sudah disebar di berbagai lini media masa, dari mulai story wa guru, sosialisasi ke berbagai sekolah secara luring, hingga endorsement.

    Kami memahami bahwa mungkin ada informasi yang belum sampai di beberapa wali murid. Kami mensinyalir ada beberapa penyebab kenapa wali murid bisa tertinggal informasi

    Beberapa faktor umum yang sering terjadi:

    • Waktu buka PPDB lebih awal dari sekolah lain. Ar-Rahmat sudah mulai proses seleksi sejak November hingga Januari.
    • Tidak follow akun resmi atau WA info sekolah. Banyak yang baru sadar pentingnya mengikuti kanal resmi saat info sudah terlewat.
    • Mengandalkan info dari teman/kerabat. Sayangnya, info dari mulut ke mulut kadang datangnya telat.
    • Terlalu banyak grup, terlalu sedikit perhatian. Info penting sering tenggelam di antara ratusan pesan WA.
      Jangan Sampai Terjadi Lagi!

    Ar-Rahmat kini membuka program informasi resmi bagi wali murid dan masyarakat umum yang ingin selalu update yakni Sahabat Ar-Rahmat

    Apa itu Sahabat Ar-Rahmat?

    ✅ Grup WA resmi untuk info penting (PPDB, prestasi, kegiatan)
    ✅ Pengingat otomatis momen pendaftaran
    ✅ Update prestasi dan cerita inspiratif santri
    ✅ Tanpa spam, tanpa obrolan basa-basi

    Cukup 1 kali klik, dan Anda akan jadi yang pertama tahu saat pendaftaran dibuka, ada lomba terbuka, atau kabar baik lainnya dari Ar-Rahmat

    hubungi WA Admin PPDB kami untuk masuk dalam grup
    0852-2510-0035

  • PENGUMUMAN HASIL PPDB SMP PLUS AR-RAHMAT BOJONEGORO 2025

    PENGUMUMAN HASIL PPDB SMP PLUS AR-RAHMAT BOJONEGORO 2025

    Alhamdulillah, proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro tahun ajaran 2025/2026 telah selesai. Kami mengucapkan selamat kepada calon peserta didik yang telah dinyatakan lolos seleksi dan diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMP Plus Ar-Rahmat. Semoga perjalanan pendidikan di sekolah ini menjadi awal yang penuh berkah dan prestasi.

    Bagi peserta yang dinyatakan diterima, harap segera melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Informasi mengenai daftar ulang, pembagian kelas, serta agenda kegiatan awal tahun ajaran dapat dilihat melalui website resmi sekolah atau langsung di sekretariat PPDB. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi panitia melalui kontak yang tersedia.

    Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam PPDB tahun ini. Bagi yang belum lolos seleksi, tetaplah semangat dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang gemilang. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan bagi kita semua.

    Link Pengumuman PPDB SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro 2025:

    https://bit.ly/ppdbspara2025

PPDB TELAH DI BUKA