Lima Tahun Lalu, Bojonegoro Geger. GOR kebanggan kota ledre menjadi saksi bisu. Sebuah sekolah yang tidak punya lapangan untuk latihan olaraga basket untuk pertama kalinya mampu keluar sebagai “JUARA 1” dalam kejuaraan basket antar pelajar SMP se kabupaten Bojonegoro.
Kala itu, tim dengan kaptain Reval bersama dengan teman temanya yang jumlahnya terbatas, menghadap ustadz Abror (Guru olaraga) untuk didaftarkan dalam kejuaraan Basket antar pelajar SMP se kabupaten Bojonegoro yang pelaksanaanya kurang 3 minggu lagi. Rasa pesimis dan jutaan pertanyaan sempat mampir dari benaknya. apakah anak anak bisa ? bagaimana dengan latihanya ? bagaimana perijinanya ? siapa yang support ?. Tapi kaptain tim mampu menyakinkan beliau. bahwa dia dan teman temanya adalah pemain basket saat masih di sekolah dasar. walapun lama tidak latihan, tim siap bekerja keras. menyatukan tim dengan asal sekolah berbeda beda adalah tantangan tersendiri.
Latihan fisik digedor, akses perijinan untuk lari pagi keluar pesantren diterbitkan termasuk latihan sore di alun alun dan kadang di stadion. tak ada yang mengantar. jalan kaki adalah opsi satu satunya. Pelan tapi pasti, kaki mereka semakin kuat, nafas mereka semakin panjang dan jelajah lari mereka semakin luas.
Duet pelatih antara Ustadz Abror dan Ustadz Miko memberi banyak pilihan strategi. Orang tua mendukung 100 %. Hadir dalam setiap pertandingan. Menang atau kalah. Permainan ciamik ditampilkan. Determinasi serangan dan bertahan silih berganti. Keringat bercucuran serta capek peluh yang tak dirasa. satu persatu sekolah luar dikalahkan. Babak FINAL akhirnya digenggam. Sejarah TERCIPTA. Ratusan pasang mata menyaksikan, Ribuan suara membicarakan “Sekolah tanpa fasilitas mampu keluar sebagai juara”
Mengambil dari tokoh pewayangan. Nama ANTASENA dipatenkan sebagai nama tim basket SMP Plus Ar Rahmat (SPARTA) dengan harapan “keberanian dan kejujuran” menjadi filosofi bersama. Pola pembinaan diatur sebaik mungkin termasuk latihan dan sparring dengan sekolah luar.
2024, Seorang Alumni datang memberikan bantuan untuk pembangunan fasilitas olaraga basket. Yayasan memberikan lampu hijau. proyek pembangunan dikebut. Lapangan Basket kini sudah bisa digunakan anak anak berlatih. Cerita jalan kaki kini tak ada lagi.
Fathir, kapten tim Antasena saat ini, bersama dengan pemain lain bisa memaksimalkan untuk latihan bersama. Setahun dari pembangunan lapangan. Tantangan datang. Kejuaraan POPKAB Bojonegoro. Juara 2 dapat digenggam. medali dibawa pulang.
Antasena kini menjadi olaraga favorit setelah futsal. dari Antasena kita belajar, bahwa semangat dan motivasi adalah modal utama. Kaki boleh terluka, keringat boleh terkuras. tapi langka kaki tak boleh berhenti untuk latihan. ( Cak-Djie).
“Jangan pernah ragu bergabung dengan keluarga besar Ar Rahmat. Sekolah satu satunya di Bojobegoro berbasis kepesantrenan dengan level prestasi internasional”
Segera klik www.ppdb arrahmat-bjn.sch.id





























