Category: Prestasi

  • MENEROPONG LEBIH DALAM “ANTASENA”, TIM BASKET SPARTA YANG BERKEMBANG PESAT

    MENEROPONG LEBIH DALAM “ANTASENA”, TIM BASKET SPARTA YANG BERKEMBANG PESAT

    Lima Tahun Lalu, Bojonegoro Geger. GOR kebanggan kota ledre menjadi saksi bisu. Sebuah sekolah yang tidak punya lapangan untuk latihan olaraga basket untuk pertama kalinya mampu keluar sebagai “JUARA 1” dalam kejuaraan basket antar pelajar SMP se kabupaten Bojonegoro.

    Kala itu, tim dengan kaptain Reval bersama dengan teman temanya yang jumlahnya terbatas, menghadap ustadz Abror (Guru olaraga) untuk didaftarkan dalam kejuaraan Basket antar pelajar SMP se kabupaten Bojonegoro yang pelaksanaanya kurang 3 minggu lagi. Rasa pesimis  dan jutaan pertanyaan sempat mampir dari benaknya. apakah anak anak bisa ? bagaimana dengan latihanya ? bagaimana perijinanya ? siapa yang support ?. Tapi kaptain tim mampu menyakinkan beliau. bahwa dia dan teman temanya adalah pemain basket saat masih di sekolah dasar. walapun lama tidak latihan, tim siap bekerja keras. menyatukan tim dengan asal sekolah berbeda beda adalah tantangan tersendiri.

    Latihan fisik digedor, akses perijinan untuk lari pagi keluar pesantren diterbitkan termasuk latihan sore di alun alun dan kadang di stadion. tak ada yang mengantar. jalan kaki adalah opsi satu satunya. Pelan tapi pasti, kaki mereka semakin kuat, nafas mereka semakin panjang dan jelajah lari mereka semakin luas.

    Duet pelatih antara Ustadz Abror dan Ustadz Miko memberi banyak pilihan strategi. Orang tua mendukung 100 %. Hadir dalam setiap pertandingan. Menang atau kalah. Permainan ciamik ditampilkan. Determinasi serangan dan bertahan silih berganti. Keringat bercucuran serta capek peluh yang tak dirasa. satu persatu sekolah luar dikalahkan. Babak FINAL akhirnya digenggam. Sejarah TERCIPTA. Ratusan pasang mata menyaksikan, Ribuan suara membicarakan “Sekolah tanpa fasilitas mampu keluar sebagai juara”

    Mengambil dari tokoh pewayangan. Nama ANTASENA dipatenkan sebagai nama tim basket SMP Plus Ar Rahmat (SPARTA) dengan harapan “keberanian dan kejujuran” menjadi filosofi bersama. Pola pembinaan diatur sebaik mungkin termasuk latihan dan sparring dengan sekolah luar.

    2024, Seorang Alumni datang memberikan bantuan untuk pembangunan fasilitas olaraga basket. Yayasan memberikan lampu hijau. proyek pembangunan dikebut. Lapangan Basket kini sudah bisa digunakan anak anak berlatih. Cerita jalan kaki kini tak ada lagi.

    Fathir, kapten tim Antasena saat ini, bersama dengan pemain lain bisa memaksimalkan untuk latihan bersama. Setahun dari pembangunan lapangan. Tantangan datang. Kejuaraan POPKAB Bojonegoro. Juara 2 dapat digenggam. medali dibawa pulang.

    Antasena kini menjadi olaraga favorit setelah futsal. dari Antasena kita belajar, bahwa semangat dan motivasi adalah modal utama. Kaki boleh terluka, keringat boleh terkuras. tapi langka kaki tak boleh berhenti untuk latihan. ( Cak-Djie).

     

    “Jangan pernah ragu bergabung dengan keluarga besar Ar Rahmat. Sekolah satu satunya di Bojobegoro berbasis kepesantrenan dengan level prestasi internasional”

    Segera klik www.ppdb arrahmat-bjn.sch.id

     

  • SEJARAH KEMBALI TERUKIR, SPARTAN TAKLUKAN KAMPUS LEGENDARIS DI AJANG OLIMPIADE SAINS TOP COP UGM JOGYAKARTA

    SEJARAH KEMBALI TERUKIR, SPARTAN TAKLUKAN KAMPUS LEGENDARIS DI AJANG OLIMPIADE SAINS TOP COP UGM JOGYAKARTA

    Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogyakarta Jawa Tengah  menjadi saksi perjuangan dua spartan SMP Plus Ar Rahmat kali ini. Zidan Nuril Qolbi ( Kelas IX) dan Arzhafiras Tsabit Achmad ( Kelas VIII) berhasil lolos ke babak final dalam OLIMPIADE SAINS  NASIONAL TOP COP UGM Jogyakarta 2025. Bertanding selama 2 hari, menguras energi dan pikiran, serta melawan kelelahan. Namun itu semua tak menyurutkan semangat juang mereka berdua. Di dampingi oleh pembina sains Ust. Thariq Fawzi, S.Si meraka bertekad untuk berjuang habis habisan. Strategi disusun, energi dikumpulkan kembali.

    Bersaing dengan 50 semifinalist dari sekolah sekolah TOP Indonesia dihari pertama. Akhirnya hasil manis diraih, mereka berdua menjadi finalis terbaik dari 5 finalis disesi puncak. SMP Plus Ar Rahmat (SPARTA-red)  bersaing ketat dengan SMP Dharmayuda Pekanbaru Riau, SMP Kharisma Bangsa Tangerang Banten, SMPN 1 Lamongan Jawa Timur dan SMPN 2 Jember Jawa Timur.

    Babak Final akhirnya digelar. Babak pertama dilangsungkan. Deru debu langka kaki mereka masuk ke Laboratorium F-MIPA UGM. 3 seat alat percobaan tersedia didepan mereka. Fisika, Biologi dan Kimia. Tangan cekatan dan terampil disertai butiran keringat jatuh dari dahi mereka. Berkolaborasi, tak ada rasa canggung. Baginya, apa yang dihadapan mereka adalah hal biasa yang tersaji dilabotarium sekolah. Tuntas sudah mereka menyelesaikan sesi pertama. Menyusun alat, menganalisis objek hingga membuat laporan dan kesimpulan percobaan. HASIL…… ? Tidak diumumkan langsung sehingga rasa penasaran menjadi misteri dalam hati mereka.

    Disesi akhir, semua peserta finalis maju ke depan disaksikan ratusan penonton dan mata sorot para pendamping yang tajam. Sesi CERDAS CERMAT. Sesi adu ketangkasan pemahaman materi, kecepatan berhitung dan ketepatan dalam menyusun strategi. lengah sedikit,  nilai mereka akan tergerus oleh finalis yang lain. determinasi kosentrasi sangat diperlukan pada sesi ini dan tentu harus  percaya sesama timnya. Perolehan antar tim saling salip menyalip. Suara bel saling bersahutan tanda siap menjawab soal yang dilempar oleh juri. SERU….

    Dan……. pertanyaan terakhir tiba. Poin 200. Poin tertinggi. Tim manapun  yang mampu menjawab soal ini, gelar JUARA  diraih. Selisih nilai antar finalis sangat berdekatan. Posisi SMP Plus Ar Rahmat sangat tidak aman walapun berada dipuncak klasemen. Semua siap siap. kedua telapak tangan masing masing peserta sudah berada diatas tombol. Belum selesai juri membacakan soal. Bel berbunyi keras. Sepersekian detik tim ar rahmat menyusul. detik itu pula, posisi Ar rahmat tergeser. Semua penonton memberikan tepuk tangan meriah sebagai apresiasi sengitnya sesi cerdas cermat. Angka angka perolehan tampak dilayar LCD Audotorium F-MIPA.

    Awarding pun dilangsungkan sebagai penutup acara. Panitia membacakan perolehan akumulasi dari dua sesi yang dilangsungkan. dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, anak anak SPARTA mampu menaklukan kampus beken. kampus legendaris, UGM Jogyakarta. Predikat JUARA 2.  Selamat untuk Arzha dan Zidan,  penghuni Camp Ninja, Camp para pejuang olimpiade SMP Plus Ar  Rahmat Bojonegoro. (Cak Djie, red)

    Jangan pernah ragu untuk bergabung di Ar Rahmat. Sekolah berbasis pesantren dengan level prestasi internasional. Keseimbangan akademik dan non akademik dibungkus dengan kurikulum kepesantrenan. klik : ppdb.arrahmat-bjn.sch.id. Pendaftaran dibuka 10 September 2025  s.d 5 Februari 2026.

     

     

     

  • Pejuang OSN Ar-Rahmat: “Perunggu pada Tahun 2025”

    Pejuang OSN Ar-Rahmat: “Perunggu pada Tahun 2025”

    Ratusan santri berdiri, menatap empat teladan yang baru tiba di Bumi Ar-Rahmat. Keempat pejuang ini usai berperang di Malang, tepat di salah satu kampus top 20 se-Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka adalah Finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025, Agus Ubaidillah Alhakim, pulang dengan bangga membawa Medali Perunggu Kimia, M. Nur Rhozyqin Rantauan dan Rafif Ibrahim Mahfid, pulang dengan hormat membawa gelar Honorable Mention Fisika dan Astronomi, last but not least ada Azra Fathur Ramadhany, pulang dengan tegap sebagai finalis yang sudah berjuang hingga titik nadir terakhir.

    Tak ada kata yang mampu menggambarkan hari ini, Senin 13 Oktober 2025, selain kata bahagia dan bangga. Raut wajah dan gestur tubuh sepakat, bahwa khusus hari ini semua warga Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat Bojonegoro sedang bersuka cita. “Harum medali harus dijaga dari turun temurun, dan hari ini kita berhasil menciumnya kembali.” pungkas Ustaz Zain Nizar Amry, selaku Kepala SMA Plus Ar-Rahmat Bojonegoro. Bunga-bunga dirangkai dan dipersembahkan kepada empat pejuang tersebut, meski tidak mampu mewakili semua rasa bahagia hari ini, setidaknya cukup untuk mengharumkan bahu, leher, dan nama mereka.

    Mikrofon dialirkan dan diberikan kepada satu per satu finalis, tangan pertama tentu dari Agus Ubaidillah Alhakim, sebagai satu-satunya santri yang membawa pulang medali. Ia kisahkan semua dari awal, dari dirinya yang suka pelajaran Biologi dan IPS saat SMP, kemudian masih suka pelajaran IPS dan Sejarah saat kelas 10 SMA. Sebentar, bukankah medali di lehernya sekarang itu adalah Medali Perunggu Kimia OSN? Betul, dan ia pertama kali belajar Kimia saat menginjak Kelas 11 SMA. Banting setir dari Biologi, IPS, dan Sejarah, tidak membuat Agus gagal meraih impiannya.

    “Kimia itu bukan pelajaran yang hitung-menghitung banget, tapi juga bukan pelajaran yang hafal-menghafal terus, jadinya saya sepertinya tertarik.” Agus dengan polosnya menyampaikan. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa alasan pindah bidang karena melihat adanya potensi belajar lebih lanjut dari pembimbing Kimia. Pembimbing Kimia dari guru ialah Ustadzah Nungky Purwasusanti, dan pembimbing dari santri adalah M. Asyiq Manarul Hidayah, santri yang setahun lalu juga meraih Medali Perunggu Kimia OSN. Agus mengakui jika banyak bimbingan bisa didapat dari Ustazah Nungky, begitupun Mas Asyiq. Agus sangat senang karena sudah banyak diajari oleh Mas Asyiq, meski banyak pertanyaan dari Agus, Mas Asyiq tetap sabar dalam membimbing.

    Mikrofon dilempar ke pembicara kedua, yakni Azra Fathur Ramadhany. Cerita Azra hampir mirip dengan Agus, berolah-alih bidang hingga akhirnya memutuskan untuk mendalami Astronomi. Azra bertekad ke depan ia akan memberikan usaha yang lebih baik agar bisa meraih impian tertinggi, yakni mendapatkan Medali OSN. Kita doakan bersama semoga berhasil, aamiin.

    Bergulir lagi, kini mikrofon diterima M. Nur Rhozyqin Rantauan. Ia menceritakan bagaimana perjalanan yang diawali dari suka pelajaran Matematika bisa berubah menjadi Fisika. Perubahan hobi ini ia paksa lakukan karena saat lomba di Surabaya, ia harus mengalah memilih belajar mapel Fisika dengan teman setim lomba IPA. “Ternyata belajar Fisika cukup menyenangkan daripada belajar yang lain, setidaknya bagi saya begitu.” kata santri yang hangat disapa Rhozy. Ia tetap berambisi bahwa kegagalan kali ini tetap akan diusahakan untuk berhasil di bidang lain, terutama ujian masuk perguruan tinggi kelak.

    Terakhir ada Rafif Ibrahim Mahfid, ia menjelaskan bahwa ada beberapa kesalahan yang bisa dijadikan pengalaman ke depan. Salah satunya adalah manajemen waktu, ia sempat berkisah, bayangkan ada delapan soal teori dengan tiga jam pengerjaan, dan ia menghabiskan satu jam pertama untuk satu soal saja. Selain manajemen waktu, ia juga menekankan bahwa siswa sekolah lain jarang scrolling media sosial dan lebih mengutamakan belajar hingga larut malam. “Ada teman saya dari MAN Insan Cendekia Pasuruan, melek sampe tengah malam itu bukan main game atau scrolling medsos, jadi ya belajar sampe tengah malam dan itu sudah biasa bagi mereka.”

    Dari Agus, kita jadi tahu bahwa mempelajari banyak hal (multibidang) tidak menjadikan kita goyah dan tidak fokus terhadap satu hal, namun karakter “konsisten” rajin belajar bisa menjadikan diri meraih hal yang terlihat tidak mungkin sama sekali. Dari Azra, kita belajar bahwa kegagalan adalah awal dari lembaran baru. Dari Rhozy, kita tahu bahwa mengalah tidak berarti kalah, barangkali ia bisa membuka sudut pandang baru dari sisi yang tak pernah kita tengok. Dari Rafif, kita memahami bahwa manajemen waktu dan fokus adalah kunci penting untuk meraih apa yang sedang kita usahakan. (hananto hanif)

     

    Bumi Ar-Rahmat

    Bojonegoro, 13 Oktober 2025

  • Raih Penghargaan setelah 4 Tahun Berjuang

    Raih Penghargaan setelah 4 Tahun Berjuang

    Usaha tidak mengkhianati hasil. Begitulah kira-kira. Attar. Sejak masih SMP, ia tekun dan rajin berlatih bulu tangkis. Tak pernah lelah, meski tak kunjung memetik buah. Tak kunjung berkalung medali tapi ia tak pernah rendah diri. Bergerak dalam diam, meski tidak pernah ada yang memberi tepuk tangan ia terus berlatih mengasah kemampuan.

    19 Juli 2025 lalu, Attar yang sudah beranjak di SMA Ar-Rahmat Bojonegoro memetik buah perjuangan. Berangkat sendiri ke Tuban dengan doa dan penuh harapan. Dari bangku penonton, tak ada sorakan. Tak ada tepuk tangan. Tak ada yang menyoraki namanya ketika ia mengalahkan lawan. Yang menemaninya hanya doa dari orang tersayang, melantun membumbung di tengah malam.

    Barangkali di hatinya terus merapalkan doa -doa pamungkas. Sambil satu persatu lawan ia pungkas. Barangkali sepanjang hari ia terus memandang piala yang terpajang, berharap ada yang dibawa pulang. Dalam hatinya, bagaimana ya rasanya memegang logam berlapis warna keemasan itu. Mengangkatnya tinggi-tinggi, menunjukkan kepada kedua orang tuanya bahwa perjuangannya tidak sia-sia.

    Perjuangan telah sampai di titik penghabisan. Bunyi decit sepatu, benturan kok dengan raket yang ngilu, tangannya yang sudah membiru. Berkat perjuangan dan terus ikut dengan intruksi pelatih yang mengampu. Ia berhasil menumbangkan lawan satu persatu.

    Saat partai final didepan mata, Attar tertahan di juara Tiga. Namun, ujarnya Ini adalah awal. Masih ada jalan panjang nan terjal. Kembali membenamkan diri dalam aktivitas. Berlatih tanpa malas dan tak cepat puas.

  • Dari Pondok Pesantren, Menuju Kampus Impian

    Dari Pondok Pesantren, Menuju Kampus Impian

    Masuk kampus yang keren dan bergengsi menjadi impian semua pelajar. Dari mulai UI, UGM, hingga ITB merupakan kampus unggulan yang banyak dimimpikan.  Banyak siswa yang resah saat setelah lulus tapi belm mendapatkan kampus, apalagi kampus unggulan. Menjadi siswa Ar-Rahmat sangat tidak mustahil meraih mimpi tersebut, justru malah menjadi peluang besar.

    Berkat upaya kerja keras dari anak-anak serta dedikasi penuh dari Ustaz-ustazah lulusan SMA Plus Ar-Rahmat Angkatan 9 berhasil menduduki bangku kampus impian. Ini membuktikan lingkungan penuh suasana belajar di SMA Plus Ar-rahmat membuahkan hasil yang membanggakan.

    berikut ini dengan bangga kami persembahkan data sebaran kampus lulusan angkatan 9 SMA Plus Ar-Rahmat

    IPB (Institut Pertanian Bogor)

    1. Dzulfa Riski Santoso
    2. Rizky Akbar Al-Fath Habibie

    ITB (Institut Teknologi Bandung)

    1. Ahmad Hafidz Afrizal
    2. Mohammad Fajri Mahardika
    3. Izzad Akmal Fathoni

    ITS (Institut Teknologi Sepuluh November)

    1. Atha Aditya Ramadhan
    2. Muhammad Rafi Pramudya Putra
    3. Ahmad Rafif Izzuddin Hilmy
    4. Amma Nur Rosyid Habibullah
    5. Anang Ardhiansyah
    6. Ardana Aby Juliont Rismanto
    7. Arif Mudmar Eiga Saputra
    8. Firdaus Akmal Putra Perkasa
    9. Mohammad Rasy a Naufagisha
    10. Rizky Akhsan Al Fakhry
    11. Sebrang Galih Damar Panoeluh
    12. Widolas Putra Pratama

    PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya)

    1. Galuh Setia Pratama

    UNAIR (Universitas Airlangga)

    1. Yofi Yunandhi Firman Zuhdi
    2. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    3. Kenz Shidqi ‘Alim
    4. Raihan Eka Susetya

    UB (Universitas Brawijaya)

    1. M. Zhihaul Iqbal Haqiqi
    2. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    3. Rafif Ahsani
    4. Rifqi Achmad Bahtiar
    5. Bintang Wisnu Aji
    6. Favian Arkananta Ibadurrohman Zein
    7. Firjatullah Himmatul Ahyana
    8. Rizky Jihan Suseno
    9. Muhammad ‘Izzam Umar Almahiri
    10. Muhammad Surya Ega Budiansyah Putra

    UNDIP (Universitas Diponegoro)

    1. Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy
    2. Irsyad Firdaus Anwa

    UGM (Universitas Gajah Mada)

    1. Asyig Manarul Hidayah
    2. Muhammad Fathi Nafis
    3. Alamsyah Pahlevi Gymnastiar

    UI (Universitas Indonesia)

    1. Ahmad Nur Aziz
    2. Brian Ahmad Badawi
    3. Muhammad Hasan Asy – Syadzili
    4. Mohamad Athava Alfarezel Dafa
    5. Mohammad Dimas Rifqi
    6. Putra Rasya Mafaza Muhamad
    7. Wafi Muhammad Fatihuddin Fawwaz

    UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel)

    1. Ahmad Fa’iq Nurussyafi

    UNEJ (Universitas Negeri Jember)

    1. Diandra Septiano Erwin Candra Kusuma

    UMS (Universitas Muhammadiyah Semarang)

    1. Akbar Dwi Arianto

    UNESA (Universitas Negeri Surabaya)

    1. Bintang Wisnu Aji Y

    UNPAD (Universitas Padjadjaran)

    1. Zhihaul Iqbal Haqiqi

    UNS (Universitas Sebelas Maret)

    1. Fadhel Muhammad Rizq
    2. Zhihaul Iqbal Haqiqi
    3. Muh Fadlil Jaelani
    4. Nailurrohma Adimas Fahmi

    UPN Veteran Jawa Timur

    1. Bintang Wisnu Aji Y

    Mau menjadi seperti mereka? menjadi mahasiswa dikampus unggulan serta mendapatkan bekal keislaman dari pondok.

    Yuk gabung di SPMB Ar-Rahmat.

    Hubungi kami di nomor admin yang tertera di web kami.

  • Belum Genap Setahun, Klub Futsal Ar-Rahmat Borong 7 Piala dari Berbagai Daerah

    Belum Genap Setahun, Klub Futsal Ar-Rahmat Borong 7 Piala dari Berbagai Daerah

    Tim futsal SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro kembali menunjukkan performa cemerlangnya sepanjang tahun 2024, dengan dukungan Coach Haniv yang membimbing mereka meraih berbagai penghargaan di kompetisi tingkat regional. Berikut ini rangkaian kemenangan mereka dalam berbagai ajang:

    1. Juara 3 SMADA Futsal Competition Tuban (3 Mei 2024)
      Pada kompetisi yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 2 Tuban ini, tim futsal SMP Plus Ar-Rahmat berhasil menembus babak semifinal dan mengamankan posisi ketiga. Dalam pertandingan perebutan juara ketiga, tim menunjukkan kemampuan bertahan dan strategi serangan balik yang efektif.
    2. Juara 3 SMABA Futsal Competition Lamongan (18 Mei 2024)
      Bermain di Lamongan, tim kembali menempati peringkat ketiga setelah pertandingan ketat melawan beberapa sekolah unggulan di kompetisi ini. Tim menunjukkan ketahanan fisik dan taktik permainan yang solid, menjadi salah satu tim yang menarik perhatian di ajang tersebut.
    3. Juara 3 Bojonegoro Futsal League 2024 (24 Mei 2024)
      Dalam liga lokal ini, SMP Plus Ar-Rahmat bersaing dengan tim-tim dari Bojonegoro dan berhasil kembali meraih juara ketiga. Tim mengandalkan koordinasi antar pemain dan pertahanan yang kokoh, mencatatkan rekor gol yang impresif dalam perjalanan menuju semifinal.
    4. Juara 1 ASCS Cup Blora (4 Agustus 2024)
      Prestasi puncak diraih tim dengan menjadi juara pertama di ASCS Cup yang diadakan di Blora, Jawa Tengah. Dalam kompetisi ini, tim futsal SMP Plus Ar-Rahmat tampil dominan sejak awal, memenangkan setiap pertandingan dengan skor signifikan. Kemenangan ini menjadi bukti keunggulan teknik dan kerjasama tim yang solid.
    5. Juara 3 Piala By.U Lamongan (10 Agustus 2024)
      Kembali ke Lamongan, tim SMP Plus Ar-Rahmat berhasil mempertahankan posisi di tiga besar dalam Piala By.U. Meskipun mengalami beberapa tantangan di lapangan, mereka tetap bermain dengan semangat tinggi dan mampu melawan tekanan dari lawan.
    6. Juara 1 Piala AFKOT Madiun (22 September 2024)
      Di Madiun, tim berhasil meraih gelar juara dalam Piala AFKOT. Performa maksimal ditunjukkan sepanjang turnamen, dan mereka tampil luar biasa dalam babak final dengan strategi menyerang yang agresif dan konsisten.
    7. Juara 3 Kejuaraan Futsal HUT Bojonegoro ke-347 (31 Oktober 2024)
      Dalam rangka memperingati HUT Bojonegoro, tim futsal kembali mengukuhkan posisinya di tiga besar. Kompetisi ini diikuti oleh banyak tim tangguh dari berbagai daerah, dan SMP Plus Ar-Rahmat mampu menunjukkan performa stabil hingga akhir.

    Dengan deretan prestasi ini, tim futsal SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro semakin diperhitungkan sebagai salah satu tim sekolah terbaik di tingkat regional, terus berusaha mengharumkan nama sekolah di bawah bimbingan Coach Haniv.

  • Santri Kelas 7 SMP Plus Ar-Rahmat Sabet Juara 1 Karate di Ajang Dandim 0813 Bojonegoro Cup 2024

    Santri Kelas 7 SMP Plus Ar-Rahmat Sabet Juara 1 Karate di Ajang Dandim 0813 Bojonegoro Cup 2024

    Bojonegoro – Dzakky Almer Hibaturrohmat, santri kelas 7 dari SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Kumite perorangan SMP, kelas 50kg Putra, pada ajang Karate Championship Dandim 0813 Bojonegoro Cup 2024 yang digelar pada 27 Oktober 2024. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa SMP Plus Ar-Rahmat tidak hanya mengukir prestasi di bidang akademik, tetapi juga giat mengembangkan kemampuan nonakademik siswa.

    Sebagai sekolah yang mengedepankan pembinaan karakter dan kompetensi di berbagai bidang, SMP Plus Ar-Rahmat konsisten memberikan dukungan penuh bagi para siswa untuk berprestasi di berbagai ajang olahraga. Keberhasilan Dzakky dalam kejuaraan karate ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan latihan intensif, yang juga mencerminkan nilai-nilai keunggulan dan dedikasi yang diterapkan di sekolah.

    Selamat kepada Dzakky Almer Hibaturrohmat atas prestasi membanggakan ini, yang diharapkan dapat menginspirasi santri lainnya untuk meraih prestasi gemilang di berbagai bidang!

  • Berjiwa Nasionalis, SMP Plus Ar-Rahmat Juara 1 Sekaligus Suporter Favorit di Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan HUT TNI Ke-79

    Berjiwa Nasionalis, SMP Plus Ar-Rahmat Juara 1 Sekaligus Suporter Favorit di Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan HUT TNI Ke-79

    Bojonegoro – SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dalam ajang Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan HUT TNI Ke-79 tingkat Bojonegoro, yang berlangsung pada 5 Oktober 2024 di Kodim 0813 Bojonegoro. Tim yang terdiri dari Abdulloh Hafidz Maulana, Ferdiansyah Haekhal Putra R., dan M. Rahal Elvinofatih Ermawan berhasil mengungguli lawan-lawan kuat, termasuk SMP Negeri 1 Bojonegoro dan SMPIT Insan Permata.

    Selain prestasi akademis, kekompakan suporter dari SMP Plus Ar-Rahmat turut mencuri perhatian. Dukungan penuh semangat dan kekompakan dari para suporter memberikan energi tambahan bagi tim, yang akhirnya juga berhasil meraih penghargaan Suporter Favorit. Kombinasi antara kecerdasan dan semangat kebersamaan ini semakin memperkuat nama SMP Plus Ar-Rahmat sebagai sekolah berprestasi.

    Selamat kepada tim cerdas cermat dan suporter yang telah membawa kebanggaan bagi sekolah dan mengharumkan nama Bojonegoro!

  • Go International! Guru Kimia SMA Plus Ar Rahmat Bawa Pulang Medali dari Thailand

    Go International! Guru Kimia SMA Plus Ar Rahmat Bawa Pulang Medali dari Thailand

    Pattaya, Thailand – Ustadzah Nungky Purwasusanti, S.Pd., M.Si., guru pengampu kimia di SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro, berhasil meraih penghargaan bergengsi berupa Medali Tampilan Penyajian Terbaik dalam ajang International Conference of Chemistry Education (ICCE) 2024 yang berlangsung di Pattaya, Thailand, pada 27 Juli 2024.

    Prestasi ini menunjukkan dedikasi dan kemampuan tinggi Ustadzah Nungky dalam bidang pendidikan kimia, di mana beliau mampu bersaing dengan pendidik dari berbagai negara. Dalam konferensi tersebut, beliau menampilkan penyajian yang inovatif dan interaktif, memukau para peserta serta juri, dan membuktikan bahwa pendidikan kimia dapat disampaikan dengan cara yang menarik serta efektif.

    Kepala sekolah SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian ini, berharap keberhasilan Ustadzah Nungky menjadi inspirasi bagi seluruh tenaga pendidik dan siswa dalam mengejar prestasi di kancah internasional. Selamat kepada Ustadzah Nungky atas prestasi yang luar biasa ini!

  • Ar-Rahmat Band Juara 2 dalam Ajang Bojonegoro Thengul International Folklore Festival 2024

    Ar-Rahmat Band Juara 2 dalam Ajang Bojonegoro Thengul International Folklore Festival 2024

    Bojonegoro – Dalam perhelatan Bojonegoro Thengul International Folklore Festival 2024 yang diadakan pada 21 Juli di Alun-Alun Bojonegoro, Ar-Rahmat Band berhasil meraih prestasi membanggakan dengan meraih posisi Juara 2 dalam kategori Band Terbaik. Acara ini mempertemukan berbagai kelompok seni dari berbagai wilayah yang mempertontonkan bakat musik dan seni budaya, memberikan panggung untuk unjuk kemampuan mereka di bidang seni.

    Prestasi ini membuktikan bahwa santri tidak hanya terampil dalam pendidikan agama dan tradisi, seperti mengaji, bersarung, dan berpeci. Santri modern kini mampu berkolaborasi dalam berbagai bentuk seni kontemporer, seperti musik, yang tidak kalah menarik. Siswa dari Ar-Rahmat telah menunjukkan bahwa mereka mampu mengharmonikan antara nilai-nilai keislaman dan keterampilan seni yang penuh kreativitas, menjadikan prestasi ini inspirasi bagi generasi muda santri lainnya.

    Selamat untuk Ar-Rahmat Band yang telah mengharumkan nama sekolah dan membuka perspektif baru tentang potensi santri di bidang seni.

PPDB TELAH DI BUKA