PPM Ar-Rahmat

MPLS Ramah: Sambutan Hangat untuk Santri Baru di Ar-Rahmat

Bojonegoro — Suasana semangat dan kehangatan menyambut hari-hari pertama para santri baru di Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diselenggarakan selama sepekan penuh, sejak Senin (15/7) hingga Rabu (16/7).

MPLS ini menjadi aplikasi komitmen lembaga dalam memberikan pengalaman pertama yang penuh kesan, tanpa tekanan, dan membangun keakraban antar santri serta dengan para ustaz-ustazah.

Dari Baris Rapi hingga Tawa dalam Permainan Seru

Kegiatan MPLS dibuka dengan upacara resmi di lapangan utama yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Plus Ar-Rahmat Bojonegoro, Ustaz Suwaji. Beliau menegaskan dalam sambutannya bahwa MPLS di Ar-Rahmat bukan ajang perundungan, melainkan ruang edukatif untuk mengenal nilai-nilai pondok, menjalin persahabatan, dan membangun karakter.

Selama MPLS, santri baru diajak mengenal:

  • Struktur dan tata tertib pondok

  • Program unggulan di masing-masing jenjang (SMP, SMA, Madrasah Diniyah)

  • Ekstrakurikuler yang variatif: mulai dari Pramuka, Futsal, Tahfidz, hingga Klub Literasi

  • Pola hidup santri sehari-hari: mulai dari subuh berjamaah, dhuha, sekolah, hingga madin malam hari

Hari kedua MPLS, para peserta terjun dalam kedisiplinan bersama para TNI. Mereka belajar berbaris rapi, menjaga sikap, dan melatih mental. Dengan kompetensi yang profesional dari Bapak-bapak TNI, mereka belajar tanpa unsur perploncoan namun belajar menjadi kesatria tangguh nan gagah seperti para TNI.

Outbond ceria menutup keseruan MPLS di hari ketiga. Seluruh peserta dari kelas 7 dan kelas 10 menuju ke Wisata Grogolan, Dander. Mereka bermain bersama dengan berbagai permainan seru, seperti permainan kekompakan, memecah balon, hingga wahana air.

MPLS Ar-Rahmat bertujuan agar murid baru terutama kelas 7 betah mondok. 

“Kata Kyai Alamul Huda, pertama yang penting kalian betah mondok.” Tutur Ustaz Suwaji dalam sambutannya pada pembukaan MPLS 2025.

Kelas 7 merupakan murid yang belum pernah mondok atau kenal dengan dinamika pondok pesantren. Berpisah dengan orang tua dan tidur jauh dari rumah selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Bangun tidur digempur dengan aktivitas yang super padat. Antri makan, antri wudhu, antri mandi. Semua harus serba tepat waktu.  Tidak ada sanjungan lembut dari ayah/ibu atau bantuan mengenakan baju ketika berangkat sekolah. Semua harus mandiri.

Begitulah pondok pesantren. Kemandirian dan kedisiplinan lekat pada semua aktivitas. Namun semua akan terbiasa dengan lingkungan yang mendukung dan saling membantu. MPLS menjadi gerbang sambuatan hangat untuk adik-adik tingkat / murid baru. Kakak senior yang sudah beradaptasi mereka saling mengajari mengenal lingkungan pondok. Begitu juga dengan Ustaz-ustaz yang setia mendampingi. Bagaikan seorang ayah, para ustaz  Minim perundungan semua saling menunjukan kepedulian.

Simak dokumentasi keseruan MPLS 2025 pada foto dan video yang tertera dibawah ini